Kelas 8G
sumber: pinterest
sumber: YouTube
Sistem pernapasan bekerja dengan dua proses utama: inspirasi (menghirup) dan ekspirasi (menghembuskan). Saat menghirup, oksigen masuk ke paru-paru dan menuju ke alveolus untuk berdifusi ke aliran darah. Karbon dioksida, yang merupakan hasil pembuangan sel tubuh, bergerak dari darah ke alveolus untuk kemudian dihembuskan keluar dari paru-paru.
1. Menghirup Oksigen (Inspirasi)
Udara Masuk:
Udara yang kaya oksigen dihirup melalui hidung atau mulut, lalu melewati faring, laring, dan trakea.
Menuju Paru-paru:
Udara kemudian masuk ke bronkus, bronkiolus, dan akhirnya mencapai kantung udara kecil yang disebut alveolus.
Pertukaran Gas:
Di dalam alveolus, oksigen berpindah dari udara ke pembuluh darah kapiler dan berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah.
Distribusi ke Tubuh:
Darah kaya oksigen ini kemudian dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh untuk digunakan oleh sel-sel tubuh.
2. Menghembuskan Karbon Dioksida (Ekspirasi)
Produksi Karbon Dioksida:
Sel-sel tubuh menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi dan, sebagai produk limbah, menghasilkan karbon dioksida.
Transportasi Kembali:
Karbon dioksida dari sel tubuh masuk ke aliran darah dan dibawa kembali ke jantung.
Menuju Paru-paru:
Jantung kemudian memompa darah kaya karbon dioksida ini ke paru-paru.
Keluar dari Tubuh:
Di paru-paru, karbon dioksida berpindah dari darah ke alveolus untuk kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui proses hembusan napas.
Faktor yang Membantu Proses Ini
Diafragma:
Otot diafragma yang terletak di bawah paru-paru akan bergerak ke bawah saat menghirup dan kembali ke atas saat menghembuskan napas, menciptakan perubahan tekanan di rongga dada.
Otot Antar Tulang Rusuk:
Otot-otot ini juga bekerja untuk memperbesar dan memperkecil rongga dada selama proses menghirup dan menghembuskan napas.
sumber: YouTube
